"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu" IMAM NAWAWI….

***bila tiada cinta di hati #2***

Adakah cinta dan perasaan itu sesuatu yang sebentar dalam diri manusia? Adakah cinta dan perasaan itu akan datang, melekat dalam diri dan kemudian pergi seperti terbangnya lalang ditiup angin? Adakah perasaan dan cinta senang terlekat dan terpadam dalam kamus kehidupan manusia? Adakah cinta senang diungkap tatkala bahagia dan dilempar tatkala tidak diperlukan lagi?

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.