"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu" IMAM NAWAWI….

Archive for Mac, 2007

Surat cinta dari manusia yang malam-malamnya penuh cinta

 

141137487_5ea4cd96e2.jpg

Kami tujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya

Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami sibuk di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahsianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari syurga.

Wahai orang-orang yang terlelap,

Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat tenaga cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja dibalik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,

Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu!! Kami adalah para perindu kamar di syurga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di syurga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan solat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.” Sudahkah kau dengar tadi? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan solat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,

Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan solat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? Pedulikah kau pada keluargamu? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? Sekadar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, “Nuruddin itu sudah asyik dengan solat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.” Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, “Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan kerana pasukannya yang banyak. Tetapi lebih kerana dia mempunyai rahsia bersama Tuhan.” Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah kerana do’a dan solat-solat malamku yang penuh kekhusyu’an.

Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Isteriku tercinta, Khatun binti Atabik. Dia adalah istri solehah di mataku, terlebih di mata Allah. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.

Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirullaah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,

Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsa, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Shalahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga solat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena,

Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan solat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,

Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Solat Istisqa yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atha’ As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Solat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah.

Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini?

Solat demi solat Istisqa didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk solat Istisqa sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku.

Setelah solat, dengan penuh kekhusyu’an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo’a :
“Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Mu. Apakah ini kerana apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya.”

Lalu apa gerangan yang terjadi? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do’a seorang pelayan ini. Do’aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terhairan dan kau pasti juga hairan bukan? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa kerana do’aku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,

Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. “Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku boleh menciptakan berbagai karya yang banyak? Bila aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku?” Lalu kujelaskan padanya, “Jika aku mengantuk, maka aku hentikan solatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku.”
Aku tahu kau pasti berfikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sihatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau boleh menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda,

Begitu kuatkah syaitan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai manusia, engkau masih punya malam panjang, kerana itu tidurlah!.”

Hei, sedarlah, sedarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya! Syaitan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, solatlah, solat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,

Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? Masihkah? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat? Tidakkah kau tahu, bahwa Allah turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.”

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,

Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada ertinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di syurga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga…

Wassalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Manusia-Manusia Malam

Semoga kisah orang-orang besar itu menjadi penyemangat kita untuk mengikuti jejak mereka.


Biah solehah campaign

kempen_biah_solehah_white.jpg


CINTA….OH….CINTA

gift-box.jpg

Pernahkah anda merasakan jatuh cinta, pada seseorang? Pasti pernah. Bagaimana rasanya, tak usahlah kita mencari jawapannya, kerana tiap orang jawapannya rata-rata sama. Indah dan berjuta rasanya. Dunia serasa berseri, setiap orang dirasakan ramah, alam di sekelilingnya terasa indah.  Katanya orang yang sedang fall in love itu tiap hari harus ketemu, kemana-mana harus sama-sama kalau sekali tak bertemu rindunya setengah mati, yang pasti dunia serasa milik berdua . Mereka tidak peduli dan tidak mempedulikan orang lain, yang penting mereka senang. Yang diingat hanyalah dia….dia….dan dia.

Jika anda belum pernah jatuh cinta, cubalah anda rasakan tanda-tanda yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Pertama biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya, kedua malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya. Ketiga ia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya. Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.

Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai. Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan kerana sedikit berkorban untuk mendapatkan keredhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.

Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta selain yang disebut diatas adalah ia akan mempunyai kebiasaan baru iaitu suka menyendiri dan helaan nafas panjang yang kerap dilakukan. Dan tentunya ia akan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang akan meregangkan hubungan kerana yang dicari pastilah kecocokan antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Pada akhirnya ia akan tunduk dan patuh pada orang yang dicintai.

 Jika anda merasakan salah satu diantara tanda-tanda diatas bersiap-siaplah untuk merasakan tanda-tanda yang lain. Karena kalau salah satu tanda sudah datang, pasti akan diikuti oleh tanda yang lainnya. Bersyukurlah kalau anda mengalaminya. Ada satu hal yang kadang-kadang terlupakan atau dilupakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apa? Allah, Tuhan yang memiliki cinta. Hanya Dia yang berhak dicintai. Pernahkan kita jatuh cinta pada-Nya?

Kalau jatuh cinta pada sesama manusia ada keinginan dari kita agar orang lain mengetahuinya. Ingin rasanya diberitahukan pada semua orang tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Biar semua orang tahu kalau kita sedang jatuh cinta. Akankah sama ceritanya jika sedang jatuh cinta pada Allah. Rasanya tidak. Jika sedang jatuh cinta pada Allah, rasanya kita akan malu untuk mengakuinya apalagi sampai orang lain tahu. Kita akan sangat egois untuk tidak berkongsi cerita pada orang lain.

Lalu berapa banyakkah dari mereka yang pada saat fall in love selain mengingat dia (kekasih) juga mengingat Allah? Berapa banyakkah dari mereka yang menyadari bahwa jatuh cinta merupakan anugerah besar yang harus disyukuri? Jika saja setiap orang yang sedang jatuh cinta pada sesama manusia dan mengalami tanda-tanda seperti tadi, merasakan dan melakukan hal yang sama pula dengan ketika ia jatuh cinta pada Allah Rabbul ‘Alamin, subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cintanya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.

Cinta itu laksana pohon didalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yag dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, ranting-ranting adalah ketakutan kepadanya, daun-daun adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong, bererti cinta itu kurang. Allah telah mensifati Diri-Nya, bahawa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mereka pun mencintai-Nya.

Sesungguhnya, kecintaan pada Allah pasti  menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencuba-cuba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.

Wallahu’alam.


PERTUNANGAN DAN MEMILIH JODOH DALAM ISLAM(BAHAGIAN 2)

 

142295101_c31bc9976a.jpg

Pertunangan

Peminangan ialah pernyataan atau permintaan dari seorang lelaki kepada pihak perempuan untuk mengahwininya baik dilakukan olehnya sendiri ataupun dengan perantaraan pihak-pihak tertentu yang dipercayai ataupun keluarganya sesuai dengan kehendak Islam.

 

 

Ke Arah Pertunangan

        

         Sebelum diadakan peminangan, langkah permulaan ialah memilih pasangan yang akan menjadi calon suami atau isteri mengikut lunas-lunas yang disyariatkan oleh Allah SWT.

 



PERTUNANGAN DAN MEMILIH JODOH DALAM ISLAM(BAHAGIAN 1)

PENDAHULUAN

Allah  SWT telah mencipta makhlukNya dengan  berpasangan termasuklah manusia di mana manusia dari Adam AS.  Kemudian Allah ciptakan daripadanya Siti Hawa AS menjadikan berpasangan  suami isteri sehingga lahirlah keturunan yang ramai terdiri dari lelaki dan perempuan.  Kedua insane yang berlainan jenis ini saling perlu memerlukan  antara satu sama lain justeru itu timbullah bibit-bibit cinta dan perasaan  kasih sayang  ibarat anak kecil  merintih memerlukan belaian ibu yang dikasihi.  Dan seterusnya ingin berkongsi hidup sebagaimana makhluk yang lain yang melata di bumi Allah ini.

 

         Dalam konteks ini, Islam telah memberi garis panduan bagaimana untuk memilih calon suami dan calon isteri bermula dari pertunangan sehingga ke alam perkahwinan.


^_^

900499322l.jpg

Bariskan harapan pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan untukmu. Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada orang yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat orang-orang beriman memberi semua cinta dan menerima cinta.


FITRAH YANG MENJADI FITNAH

rose.jpg

 

 

Jangan mudah melafaz kasih..kasih itu pada siapa…?
Jangan mudah melafaz sayang..sayang itu untuk siapa..?
Jangan mudah melafaz cinta..cinta itu pada yang Esa..
Cintakan bunga bungakan layu..
Cintakan manusiakan pergi..

Remaja dan cinta – dua perkara yang bagaikan sudah sebati. Rasa cinta yang bertandang di dalam jiwanya tanpa diundang. Keinginan itu tidak payah dipelajari dan dicari. Lelaki inginkan cinta wanita dan begitulah sebaliknya. Walaupun kadangkala ia cuba dilawan, namun rasa “ajaib” itu datang jua. Apalagi kalau cinta itu disuburkan, maka makin marak dan menggilalah jadinya. Bila cinta mencengkam diri, makan tak kenyang, tidur tak lena dibuatnya. Sedemikian indah dan damainya syurga, namun Nabi Adam a.s. berasa kesunyian dan inginkan teman. Lalu Allah ciptakan Siti Hawa dari tulang rusuknya. Dan kita anak cucu pewaris rasa cinta itu akan sentiasa rasa terpisah dan gelisah selagi tidak bersama dengan yang dicintai.

Rasa Cinta Tak Salah

Lalu hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Ya, rasa cinta memang tak salah. Ia adalah fitrah semulajadi yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasadnya perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah merasainya. Namun Allah tidak kurniakan rasa cinta secara polos begitu sahaja. Dia juga mencipta peraturan cinta demi menjaga kemurniaannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalinkan hubungan cinta. Di sinilah remaja selalu terjebak. Cinta terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan Allah. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.

Mengapa perlu ada peraturan cinta? Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta – cinta yang terlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan.
Pengalaman sudah pun mengajar kita jangan sekali – kali bermain cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedi yang berlaku akibat hubungan cinta yang membelakangkan Allah.

Cinta yang terlarang adalah cinta yang sudah dicemari oleh kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak tahan lama. Sudah dapat yang dihajati, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan bersepai.

Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari cinta terlarang, racunnya meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala hingga seseorang akan menjadi hamba kepada siapa yang dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang dicintai. Lupalah diri pada Pencipta cinta kerana terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan-Nya. Bagaimanakah perasaan agaknya, jika seseorang begitu leka dengan hadiah hingga terlupa bersalam dan berterima kasih dengan pemberinya?

Pohon Cinta Terlarang

Allah kerap dipinggirkan dalam hubungan cinta yang terlarang. Hukum-Nya dilanggar bukan kerana rasa bersalah tetapi dengan rasa manis dan megah. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhram. Tergamak berdua – duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingat Nabi bahawa dalam keadaan begitu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itupun banyak yang berlaku. Semuanya seolah – olah halal hanya kerana cinta. Racun – racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikkan – bohsia, bohjan, buang bayi dan zina. Ketika itu indahkah cinta?

Peraturan cinta bagi tanda – tanda dan lampu isyarat di atas jalan raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan kawalan. Apakah peraturan – peraturan dalam hubungan cinta?

Hendaklah cinta kita berdasarkan kepada cinta Allah. Ertinya, cinta yang kita berikan kepadanya semata- mata kerana mengharapkan keredhaan Allah. Allah memberi kita fitrah itu lalu kita niatkan dengan fitrah itu boleh menghampirkan diri kepada – Nya. Cintailah sesiapapun, tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai Allah. Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah.

Soalnya bagaimana?

Iringilah dengan niat untuk berkahwin itu lebih memudahkan seorang lelaki dan perempuan menyempurnakan agamanya. Oleh itu, usahlah bercinta sekadar untuk bersuka – sua. Lebih buruk lagi janganlah ada niat – niat jahat dalam bercinta sama ada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta sudah pasti bukan kerana Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan. Cinta jenis ini seburuk namanya – Cinta Monyet!

Putus Cinta

Hendaklah dipastikan semasa menjalin hubungan cinta tidak ada hukum Allah yang dilanggar. Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat, tidak ada pengabaian perkara asas seperti meninggalkan sembahyang, puasa dan lain – lain. Hubungan cinta jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan. Maka, remaja tidak seharusnya mengeluh , “Cinta apa namanya ini jika tidak ada dating, perbualan telefon maraton, surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman?” Tidak salah jika bertelefon..tidak salah berutus surat.. jika mengikut batas – batas..dan diseliti dengan amal ma’ruf…

Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Allah. Putus cinta dan kecewa bercinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun – racun cinta yang disangka baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak putus tanpa sempat menempuh perkahwinan.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi. Segala peraturan – Nya dibuat dengan rasa cinta terhadap hamba – hamba-Nya. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti akan membawa ke gerbang perkahwinan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika diizinkan oleh takdir-Nya, cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat, suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga. Ketika itulah fitrah akan menjadi anugerah.

 

 


Tentang cinta

“Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri penghidupan.”

HAMKA.


Satu Penerbangan

“Bila kita akan berangkat dari alam ini (Dunia) ianya ibarat penerbangan
ke sebuah negara lain iaitu – Kubur dan Akhirat. Di mana maklumat
tentangnya tidak terdapat dalam sebarang brosur penerbangan, tetapi
melalui Al-Quran dan Al-Hadith.

Di mana penerbangan bukannya melalui Air Asia atau AirJordan, tetapi
Al-Jenazah.

Di mana bekalan kita bukan lagi beg seberat 23 kg, tetapi amalan yang
tiada caj lebihan berat, atau tiada caj lebihan berat ianya atas
kesudian Pencipta kita.

Di mana bajunya bukan Pierre Cardin, Dunhill atau setaraf dengannya
tetapi kain putih kotton.

Di mana pewanginya bukan Channel atau Paco Rebone, tetapi air mawar dan
cendana.

Di mana pasport kita bukan Malaysia, British atau American, tetapi
Al-Islam.

Di mana visa kita bukan lagi sekadar 6 bulan, tetapi ‘Lailaillah’.

Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.

Di mana layananya dalamnya bukan lagi kelas business atau ekonomi,
tetapi sekadar kain yang diwangikan.

Di mana destinasi mendarat bukannya KLIA, Heathrow Airport atau Jeddah
International, tetapi tanah perkuburan.

Di mana ruang menunggunya bukan lagi bilik air-cond dan permaidani,
tetapi bilik 6 kaki dalam gelap gelita.

Di mana pegawai imegresen bukanlah pihak Kastam, tetapi adalah Munkar
dan Nakir. Mereka hanya memeriksa samada kita layak ke destinasi yang
diidamkan bukan Disneyland, Paris atau London tetapi samada Syurga atau
Neraka.

Di mana tidak perlu pegawai kastam dan alat pengesan. Di mana lapangan
terbang transit adalah Al-Barzakh. Di mana destinasi terakhir samada
Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.

Penerbangan ini tidak dinyatakan nilainya.. Ianya percuma, jadi simpanan
(savings! ) anda tidak akan dihabiskan

Penerbangan ini tidak akan dirampas, oleh itu tidak perlu bimbang.
Sebarang sajian tidak akan disediakan, oleh itu tak perlu risaukan
masalah alergi atau halal-haram makanan

Jangan risaukan delays, penerbangan ini sentiasa tepat waktunya, ia
berangkat dan tiba tepat pada masanya.

Jangan fikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang
selera bersuka-ria.

Jangan bimbang tentang tempahan, ianya telah siap ditempah sejak anda
disenyawakan di dalam rahim ibu anda lagi.

Ya! Berita Baik!!

Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda. Anda adalah
satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh itu bergembiralah selagi
boleh! Dan sekiranya anda boleh!

Hanya ingat!! Penerbangan ini datang tanpa ‘amaran’. Cuma perlu ingat!
Nama anda telah ditempah untuk penerbangan

ADAKAH KITA TELAH BERSEDIA UNTUK BERANGKAT???

SUDAH KAH ANDA BERSEDIA UNTUK PENERBANGAN INI????”


Jangan tangisi apa yang bukan milikmu…

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri..” (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: “Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. ” Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu’min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
“Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri..” (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: “Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. ” Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu’min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!


Penglihatan dari dua sisi yang berbeza

Assalamualaykum wbt…
Entry hari ini? Mungkin juga boleh dikatakan sedikit catatan kecil yang sempat dilakar untuk menjadi peringatan buat diri ini yang sering lupa…. Selawat dan salam buat junjungan besar NAbi Muhammad SAW dan para sahabat Baginda….. Hari ini bermula dengan suatu perkara yang tidak terduga. Sekarang sudah subuh waktu di Malaysia ketika saya menulis catatan ini. Beberapa jam yang lalu saya berada di suatu dunia yang asing. Yang dapat membuatkan jantung saya bergetar kencang dengan pukulan yang amat hebat.
Jam 1 pagi tadi telefon di rumah berbunya nyaring. Kelihatannya seperti ada kecemasan yang terjadi kerana amat jarang orang menelefon pada waktu begini melainkan waktu kecemasan. Setelah diangkat saya mendengar suara nenek menagis nangis… meminta saya datang  ke rumah dengan segera kerana datuk diserang sesak nafas.  Kebetulan waktu itu telefon di rumah nenek mengalami kerosakan. Nenek yang sememangnya tidak mahir menggunakan telefon bimbit akhirnya berjaya menghubungi saya menggunakan telefon bimbit datuk.
setelah mendengar khabar itu saya terus menyalin pakaian dan pulang ke rumah nenek.  Selain tidak mahir menggunakan telefon bimbit, nenek juga tidak mahir menggunakan panggilan kecemasan. Setelah saya sampai ke rumah nenek, saya terus cuba menghubungi ambulans. saya melihat keadaan datuk agak teruk. Tidak lama kemudian, ambulan sampai. Kali ini sudah kali kedua saya menaiki ambulans  di  tengah malam.
Sampai di wad kecemasan, agak lama juga saya menanti di luar. Sampai sahaja di situ, mata saya terpaku pada satu keadaan yang agak mengejutkan. Terdapat sebuah kereta di hadapan wad kecemasan dan saya melihat terdapat seorang jururawat dan doktor di dalamnya. Kemudian, saya terlihat lagi sepasang kaki yang terlipat ke atas dari celah pintu kereta tersebut. Rupa rupanya ada seorang wanita India ingin melahirkan anak! Kali pertama saya melihat keadaan itu, terasa sungguh menakutkan… Dan mungkin juga menginsafkan diri ini.
Kemudian saya terlihat pula seorang lelaki mengusung anak perempuannya yang sakit teruk kerana demam panas. Di dalam saya melihat lelaki itu membawa anaknya masuk ke dalam saya melihat wanita India yang mahu melahirkan anak tadi sudah berjaya dipapah keluar dari kereta menuju ke wad kecemasan.
Setelah beberapa jam menanti, akhirnya datuk terpaksa dimasukkan ke wad. Sekali lagi saya masuk ke wad di waktu tengah malam. Nenek yang juga kurang sihat dan menanti di rumah saya hubungi. Ketika atendan  hospital menyorong  datuk saya menuju ke wad, saya melihat suami dan keluarga wanita India tadi menanti di hadapan  wad yang satu lagi dengan wajah yang sugul dan mata yang bertongkat.
Mulanya saya ingin menanti hingga subuh sahaja di wad tetapi datuk melarang dan menyuruh saya balik dan datang semula pagi nanti. Setelah agak lama di dalam wad dan menanti keadaan datuk stabil, saya akhinya keluar dari kawasan wad dan ingin pulang. Saya bercadang untuk datang 3 jam dari sekarang. Sedang menanti waktu ingin pulang ke rumah, saya melihat suami wanita India tersebut keluar dari kawasan wad kecemasan dengan wajah yang berseri. kelihatannya dia melemparkan senyuman kepada semua orang. Apakah tandanya itu? Iya, seorang manusia telah lahir ke dunia ini.
Hari ini saya telah mendapat satu pengajaran.Baru sebentar tadi saya melihat seorang manusia lahir. Dan diwaktu yang sama saya melihat manusia lain bertarung nyawa untuk meneruskan kehidupan. Mungkin juga ada yang menemui ajal pada waktu itu. Manusia akan mati, kemudian akan lahir manusia yang baru. Roda ini akan terus berjalan hinggalah KIAMAT. Adakah saya sudah bersedia untuk menempuhi keadaan yang selebihnya yang sepatutnya terjadi nanti? Itu telahpun terjadi pada orang lain. Selepas ini ia akan terjadi kepada saya dan juga anda. Adakah kita sudah bersedia?

sunset.JPG


ENAM PESANAN KHUSUS UNTUK WANITA

1. Jaga solat pada awal waktu. Kalau datang haid sekalipun jika tidak dapat solat, kena duduk atas
tikar sembahyang supaya anak tidak lihat kita meninggal solat.

2. Hidupkan Bacaan Hadis Nabi saw di rumah dengan keluarga. Dianjur baca Hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah zaman Nabi saw sehingga dari rumah kita keluar anak-anak yg soleh yg mendoakan kesejahteraan kedua ibubapa dunia/akhirat.

3. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya 8 ayat. Kalau tak mampu nak baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan mencium Al Quran dan muhasabah ‘Ya Allah, apa dosa saya hingga saya tak dapat nak baca kitab Mu pada hari ini.”

4. Mendidik anak secara Islam. Mengajar anak-anak dari kecil bermula dengan doa-doa masnun.Iaitu doa seharian Nabi saw saperti doa tidur, bangun tidur, makan dan sebagainya.

5. Hidup sederhana dengan tidak membebankan suami. Setiap hari malaikat akan menghantar 500 jambangan bunga dari syurga untuk wanita yg hidup sederhana. Setiap titisan air masakan dan basuhan mereka akan menjadi zikir mohon keampunan kepada Allah swt atas wanita tersebut.

6. Galak suami untuk bermujahadah atas Agama Allah. Seorang isteri yg menggalakan suaminya untuk solat berjemaah di Masjid/Surau akan dapat pahala berjemaah suaminya termasuk solat dia sendiri.

Mudahan-mudahan ulasan ringkas ini bermanfaat. Muzakarahlah bersama teman wanita lain supaya hakikat amalan ini masuk dalam hati kita dan mudah nak amalkan…


Bidadari syurga….

Bidadari merupakan salah satu anugerah Allah kepada seorang lelaki yang memasuki syurga. Bagi seorang wanita yang solehah maka bidadari bagi suaminya adalah dikalangan bidadari2 kurniaan Allah dan dia (isteri solehah merupakan ketua akan segala bidadari- bidadari tsb).

Berjihad pada agama Allah merupakan satu amalan yang menjadi kesukaan Allah swt dan ini merupakan sunnah besar nabi SAW dan kalangan sahabat-sahabat. Setiap manusia yang mati wlaupun berapa umurnya maka akan ditanya dimanakah masa mudanya dihabiskan.

Kisah……:

‘Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dikalangan bidadari-bidadari yang lain. Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad pada agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia shahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dikalangan bidadari2 syurga. Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya sangat muda teringin sangat nak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut…. tetapi dia malu nak bertanyakan kepada nabi kerana malu pada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap beri nama sebagai salah sorang yang akan keluar/pergi. Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah tadi… tidur bersama-sama….

Dalam tidur tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri2 lalu ditanyanya dimanakah dia… lalu lelaki itu menjawab inilah syurga. Lalu dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan ‘Ainul Mardhiah… lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalan dia… di suatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan begitu… takpernah dilihat didunia ini… lalu diberi salam dan dia bertanya andakah ainul mardhiah… wanita itu menjawab ehh tidakk… saya khadamnya ainul mardhiah ada di dalam singgahsana sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda dari yang pertama tadi sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai…. lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah dia ainul mardiah lalu wanita itu menjawab… eh tidakkk saya hanya khadamnya di dalam mahligai ini… ainul mardiah ada di atas mahligai sana,….. lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu kecantikkannya sungguh mengkagumkan… lalu dia sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua…. dan tak pernah dia lihat di dunia…. lalu wanita itu berkata … akulah ainul mardhiah, aku diciptakan untk kamu dan kamu diciptakan untk aku…. bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab… nantiii kamu belum syahid lagiiii…… tersentak itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada satu sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada nabi SAW… tapi sekiranya dia shahid barulah ceritakan kepada nabi.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi di dalamnya telah keluar berperang lalu ditakdirkan pemuda tadi telah shahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang shahid tadi telah bangun dan merapati nabi SAW dan menceritakan perihal sahabat nabi yang sahaid tadi… dalam menceritakan itu nabi menjawab benar… benar… benar… dalam sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga…. subhanallah


Yang Utamanya

Yang Utamanya..
Kiranya kesempurnaan yang kau harapakan
Lebih tinggi dari gunung yang menimbun
Aku hanyalah bukit-bukit kecil yang sering dijejak

Kiranya kelebihan yang kau impikan
Lebih dari lautan yang tidak bertepi
Aku hanya liku-liku sungai kecil
Lagi sempit….yang hanya memburukkan
Pengembaraan di musafir

Kiranya keindahan yang kau inginkan
Lebih dari mutiara yang sinarnya dipandang
Dunia…aku Cuma sebutir darinya
Yang tertanam sepi di dasar lautan

Kiranya kesenangan yang kau idamkan
Lebih dari setaman kuntuman bunga mekar
Mengharum…aku Cuma setangkai tulip putih
Yang kembangnya tiada

Yang Utamanya..
Aku ada tawa yang ingin dikongsi bersamamu
Aku juga ada duka yang tidak mahu membebankanmu
Aku ada senyuman yang amat jarang kuukirkan
Aku juga ada tangisan yang mengiringi perjalanan
Bersamaku ada setulus kasih sayang buatmu
Selagi tempatku ada dihatimu

Bersamaku bertamunya rindu yang tidak kenal jemu
Selagi diriku ada diingatanmu…
Dan..
Bersamaku ada bahagia yang ingin
Kutahtakan buatmu
Selagi kau ikhlas meniti liku-liku bersamaku

Yang Utamanya..
Bersamaku ada doa yang sentiasa digalas
Dibelakan detik mencipta usia
Hilangnya doa andai Sakaratul maut menjelma
Bersamaku ada kesetiaan…umpama
Karang yang teguh di lautan bergelora
Akan hilangnya setia andai karang diganggu
Utuhnya
Bersamaku ada kejujuran..ibarat
Langit membumbungi bumi
Hilangnya jujur saat langit dan bumi bersatu

Yang Utamanya…
Dalam aku semua itu
Telah dituliskan bertemu denganmu
Dan..dalam aku semua itu
Setiap lafazmu tertanam suci untuk impianku
Dan..antara aku dan dirimu
Hati menjadi penghulu dalam doa bersatu

Yang terutamanya…
Aku bukan seperti Ummul Mukminin Siti
Khadijah
Aku juga bukan sepintar Siti Aisyah
Bahkan bukan juga Fatimah puteri Rasulullah
Apatah lagi setabah Asiah
Akulah wanita seadanya…
Hidup di penghujung zaman
Zaman yang penuh kejijikan dan kehinaan

Sinarku kini menanti
Hadirmu solehnya lelaki
Menumpang hidupmu di jalan redha Ilahi
Bersama huluran berkat Rabbul Jalil..


Tips2 berhubung antara Lelaki&Perempuan

1. Bulu kening
Menurut Bukhari, “Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau
menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening.”
Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki)
“Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau
mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” An-
Nur: 31. Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan
badan mengikut hentakan kaki.

3. Wangian
“Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati
suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah
dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” Riwayat Nasaii,
Ibn Khuzaimah dan Hibban.

4. Dada
“Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga
menutupi dada-dada mereka. “An-Nur : 31

5. Gigi
“Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta
supaya dikikirkan giginya. “Riwayat At-Thabrani, “Dilaknat perempuan
yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan
Allah”. Riwayat Bukhari dan Muslim.

6. Muka dan leher
“Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu
menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu.”
Keterangan: Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan
ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Muka dan Tangan
“Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai
pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya
seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan
anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja.” Riwayat
Muslim dan Bukhari.

8. Tangan
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik
daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”.
Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.

9. Mata
“Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka
menundukkan sebahagian dari pemandangannya.” An Nur : 31. Sabda Nabi
SAW, “Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya.
Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak
dibenarkan.” Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.

10. Mulut (suara)
– “Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara
sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya,
tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.” Al Ahzab: 32. Sabda
SAW, “Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka
namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-
bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan
mereka itu dalam bumi.” Riwayat Ibn Majah.

11. Kemaluan
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka
menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. ” An
Nur : 31.

“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan
Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah
ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya.”
Riwayat Al Bazzar. “Tiada seorang perempuan pun yang membuka
pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan
tabir antaranya dengan Allah.” Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn
Majah.

12. Pakaian
“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan
memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.” Riwayat Ahmad,
Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.

“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang
berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang
lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan
tidak akan mencium baunya.” Riwayat Bukhari dan Muslim. Keterangan:
Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan
berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.”Hai nabi-nabi katakanlah
kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang
mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar)
yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka
tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” Al Ahzab :
59.

13. Rambut
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan
digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah
mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat
oleh lelaki yang bukan mahramnya.” Riwayat Bukhari dan Muslim.