"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu" IMAM NAWAWI….

Sunnah Nabi S.a.w menafsirkan Al Quran, menghuraikan, menerangkan dan menjelaskannya

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Semua yang disifatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam hadits-hadits yang shahih, yang telah diterima oleh ahli Ilmu, maka wajib kita mengimaninya. Hukum as-Sunnah sama dengan hukum al-Qur’an dalam menetapkan ilmu, keyakinan, ‘aqidah (i’tiqad), dan amalan, kerana as-Sunnah menjelaskan al-Qur’an tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-Sifat-Nya menurut hakikatnya yang sesuai dengan keagungan Allah dan Kemuliaan-Nya.[1]

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“ Ertinya : Dan Allah telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah) kepadamu.” [An-Nisaa’: 113]

“Ertinya : Dan Allah telah mengajarkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah).” [Al-Baqarah: 129 ]

“Ertinya : Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar engkau menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [An-Nahl: 44]

Firman-Nya yang lain.

“Ertinya : Dan Kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” [An-Nahl: 64]

“Ertinya : Dan apa yang diperintahkan Rasul kepadamu, maka ambillah. Dan apa yang dilarang, maka jauhilah…” [Al-Hasyr : 7]

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ertinya : Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan al-Kitab (al-Qur’an) dan yang sepertinya (iaitu as-Sunnah) bersamanya.” [2]

Maka, segala sesuatu yang telah dijelaskan oleh Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Sifat-Sifat Allah, maka sesungguhnya al-Qur’an telah menunjukkannya pula. Kerana Sunnah termasuk juga wahyu yang diturunkan dan diajarkan oleh Allah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

“Ertinya : Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” . [An-Najm: 3-4]

Imam Ahmad rahimahullah berkata tentang hadits-hadits mengenai Sifat Allah Azza wa Jalla: “Kita mengimani dan meyakininya dengan tidak menolak sedikit pun daripadanya, jika isnadnya shahih.” [3]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]


_________
Nota kaki
[1]. Lihat at-Tanbiihatul Lathiifah (hal. 48).
[2]. HR. Abu Dawud (no. 4604), Ahmad (IV/131), dari Shahabat Miqdam bin Ma’di Kariba Radhiyallahu ‘anhu
[3]. Lihat Syarh Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (III/502 no. 777).

 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s