"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu" IMAM NAWAWI….

Su’u Zhan (sangka buruk)

Su’u zhan iaitu andaian atau lintasan hati yang berbuah menjadi penyifatan terhadap orang lain dengan segala keburukan yang menimbulkan kedukaan pada orang itu tanpa disertai dengan bukti dan alasan. Keburukan su’uzhan diantaranya iaitu berkubang dalam berbagai kemaksiatan dan keburukan dengan dalih bahwa Allah swt tidak melihat dan tidak mengetahuinya. Firman Allah swt,

 


Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Fushshilat: 23)

 


Atau dia berdalih bahwa dirinya tidak akan dibangkitkan dan tidak mengakui adanya hisab. Allah swt berfirman, “Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan,
pastilah dia berkata, ‘Ini adalah hakku dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya
.’ … ” (QS Fushshilat: 50)


Keburukan lainnya dari su’uzhan iaitu meremehkan suatu amal dari aneka amal kebajikan yang sudah dikenal, seperti amal menjenguk orang sakit, melawat jenazah, menjawab salam, memenuhi undangan, memberi nasihat, mendoakan orang yang bersin, menghormati tetangga dan amal-amal lainnya. Orang yang berburuk sangka melakukan amal-amal kebajikan seperti menyuruh kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, bersedekah, mendamaikan kedua pihak yang bermusuhan dan amal-amal lainnya karena riya’ dan menginginkan suatu keuntungan.

 


Islam mengharamkan berburuk sangka kepada Allah swt, Rasulullah saw dan kaum mukminin yang dikenal berperilaku shaleh, berakhlak istiqamah dan hidup dengan bersih. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa … ” (QS al-Hujurat: 12)

 


Rasulullah saw bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kamu mati melainkan dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah Ta’ala.” (HR Muslim)

 


Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan su’u zhon, diantaranya karena pengaruh lingkungan yang masyarakatnya berakhlak buruk. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan berteman dengan orang yang baik dan dengan orang yang buruk adalah seperti berteman dengan penjual perfum dan peniup api pada pandai besi. Jika kamu berteman dengan penjual perfum, maka boleh jadi kamu diolesi perfum atau minimal mendapatkan bau harum darinya. Adapun jika kamu berteman dengan peniup api, maka boleh jadi bajumu terbakar atau kamu mendapatkan bau yang tidak sedap.” (HR Bukhari dan Muslim)

 


Faktor lainnya yang menyebabkan seseorang bersu’u zhan karena melakukan aneka kemaksiatan dan perbuatan buruk lainnya yang dilakukan secara terang-terangan. Rasulullah saw bersabda, “Seluruh dosa umatku dimaafkan kecuali dosa yang dilakukan secara terang-terangan. Termasuk terang-terangan ialah bila seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi harinya Allah menutupinya. Dia berkata kepada orang lain, ‘Hai sipolan, semalam aku melakukan perbuatan ini dan itu.‘” (HR Bukhari dan Muslim)

 


Berburuk sangka akan berakibat buruk, diantaranya terjerumus ke dalam aneka kemaksiatan dan keburukan. Akibat lainnya iaitu tidak beramal kebajikan dan tidak mengamalkan ketaatan. Menjadi sasaran kebencian
kebanyakan manusia. Seseorang yang diketahui telah berburuk sangka dan ternyata sangkaannya itu hanya sekadar tuduhan yang tidak berdasarkan bukti dan argumentasi yang kuat, maka orang yang telah berburuk sangka tersebut akan dijauhi dan dibenci oleh orang lain. Ini merupakan sunnatullah yang berlaku pada makhluk-Nya. Seseorang yang berburuk sangka akan menerima kemurkaan Allah swt. Firman Allah swt, ” …
Dan barangsiapa yang ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah dia.” (QS Thaha: 81)

 


Penyakit berburuk sangka dapat diubati dengan membangunkan akidah yang sihat dan berdiri di atas landasan berbaik sangka kepada Allah, Rasulullah dan kaum mukmin yang shaleh. Sikap berbaik sangka tersebut akan melindungi diri kita dari sikap berburuk sangka. Jika kita telah terlanjur berburuk sangka, segeralah bertaubat. Meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan melakukan berbagai amal kebajikan secara terus menerus. Mendewasakan diri dengan berpegang teguh terhadap etika Islam dalam memutuskan persoalan dan menghukum seseorang. Di antara etika Islam tersebut adalah berpegang teguh pada aspek lahiriah dan menyerahkan urusan batiniahnya kepada Allah swt.

2 responses

  1. myunn@plutocrat

    Sesungguhnya manusia sering alpa dengan apa yang dimilikinya, disebabkan keselesaan nikmat Allah SWT yang sepatutnya di syukuri, dirosakkan dengan akhlak yang buruk, manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki, sentiasa mencari keseronokan untuk kepuasan diri tanpa memikirkan orang lain dan agamanya.

    Sepatutnya manusia perlu bertindak adil, bertindak adil perlu kepada semuanya, adil pada diri yang diberi kesempatan, adil pada masyarakat yang disejagatkan, adil kepada alam yang dikurniakan, adil pada tuhan iaitu Allah SWT yang memberi segalanya. InsyaAllah tiada yang terasa, yang kecewa, yang terluka, yang disingkirkan, yang diburukan, yang dianaya. Kerana semua berasa puas dan berjiwa tenteram.

    Disember 30, 2008 at 3:37 pm

  2. jangan sesekali bersangka buruk…

    Januari 1, 2009 at 7:42 am

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s